• Jelajahi

    Copyright © CII News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Warga Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Mengisi Rumah Huntara

    Sabtu, 31 Januari 2026, 13.09 WIB Last Updated 2026-01-31T06:09:41Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Cilacap (Ciinews)- Sebanyak 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mulai menghuni hunian sementara (huntara) yang telah disiapkan pemerintah pada Selasa (27/1/2026).


    Huntara ini merupakan bagian dari langkah tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Cilacap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa longsor pada 13 November 2025. Penyerahan kunci hunian dilakukan secara simbolis kepada perwakilan dari 17 KK penerima manfaat.Hunian sementara tersebut memiliki luas 6 x 7 meter dan dilengkapi dengan satu ruang keluarga, dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta dapur. Bangunan huntara menggunakan material seng gelombang atau spandek (galvalum/zincalume) dengan struktur rangka baja ringan sebagai penopang utama.


    penyerahan Huntara turut dihadiri Kepala BNPB yang diwakili Deputi V Bidang Logistik dan Perlengkapan Andi Eviana, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, unsur Forkopimda, Camat Majenang, serta jajaran BPBD.



    Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, menegaskan bahwa penanganan bencana di wilayahnya dilaksanakan dengan pendekatan pentahelix, yakni melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan secara terpadu.


    Pemerintah Kabupaten Cilacap, lanjutnya, bergerak cepat dengan menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, sekaligus melengkapi aspek administrasi serta kajian teknis dari PVMBG.


    “Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sejak masa tanggap darurat hingga penempatan hunian sementara,” ujar Syamsul.


    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, dalam laporannya menyampaikan bahwa penempatan hunian sementara ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam menangani warga terdampak bencana longsor.


    “Diharapkan saat memasuki bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, warga sudah dapat tinggal di hunian yang aman dan layak,” ungkap Taryo.


    Ia juga menjelaskan bahwa pada tahap selanjutnya, sebanyak 39 KK lainnya akan segera menempati huntara yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Dengan demikian, total penghuni kawasan hunian sementara tersebut nantinya mencapai 56 keluarga.


    Sementara itu, Deputi V BNPB Andi Eviana dalam sambutannya menuturkan bahwa meskipun berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Provinsi Jawa Tengah berada pada kategori risiko sedang, cuaca ekstrem telah menyebabkan bencana di 35 kabupaten/kota.


    “Terkait pembangunan hunian tetap, perlu dibuat regulasi agar rumah tersebut tidak disewakan dan benar-benar diperuntukkan bagi 56 KK penerima hak,” tegasnya.


    Pada acara prosesi tersebut,Sejumlah pihak terkait kebencanaan mendapatkan penghargaan.


    Kemudian Acara ditutup dengan simbolis gunting pita dan peninjauan langsung rumah huntara oleh pejabat dan tamu yang hadir. (Sugi).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini