Indragiri Hilir (Ciinews) – Taman Pengajian Al-Qur’an (TPA) Durratun Nasihah Dusun Pasar Baru, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menggelar acara khataman Al-Qur’an sekaligus pelepasan murid tahun ajaran 2025/2026, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Raya Al-Muhajirin Dusun Pasar Baru tersebut berjalan khidmat dan penuh nuansa religius. Acara dihadiri para santri, wali murid, tokoh masyarakat, serta pengurus TPA.
Ketua panitia sekaligus tenaga pengajar TPA Durratun Nasihah, Esti Mauleni, menjelaskan bahwa TPA tersebut memiliki lima tingkatan kelas dengan jumlah murid mencapai 60 orang.
“Sekolah TPA ini memiliki lima kelas, mulai kelas satu hingga kelas lima dengan jumlah keseluruhan 60 murid. Sedangkan yang akan tamat pada tahun ajaran 2025/2026 sebanyak enam orang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa TPA Durratun Nasihah akan kembali membuka penerimaan murid baru pada Juli 2026 mendatang.
Setelah prosesi khataman Al-Qur’an dan sambutan panitia, acara dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Kepala Sekolah TPA Durratun Nasihah, Ustadz Maftuhin.
Dalam ceramahnya, Ustadz Maftuhin mengajak para orang tua untuk memasukkan anak-anak mereka ke TPA agar memiliki dasar pendidikan agama yang kuat sejak dini.
“Dari TPA banyak lahir pemimpin, imam, khatib, qori dan qoriah, serta banyak lagi generasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menceritakan perjalanan TPA Durratun Nasihah yang telah bertahan selama kurang lebih 20 tahun dengan kondisi biaya operasional yang terbatas.
Menurutnya, saat ini TPA memiliki empat tenaga pengajar dan satu pengurus dengan insentif sebesar Rp350 ribu per orang setiap bulannya. Karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dan kepedulian dari para donatur agar kegiatan belajar mengajar dapat terus berjalan dengan baik.
“Kami berharap ada kepedulian dan uluran tangan para donatur agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Selain itu, dalam tausiyahnya Ustadz Maftuhin juga menjelaskan keutamaan amalan di bulan Dzulhijjah, khususnya puasa sunnah pada 10 hari pertama bulan tersebut.
Ia menerangkan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan saleh karena pahala pada hari-hari tersebut dilipatgandakan oleh Allah SWT.
“Puasa sunnah pada 1 hingga 7 Dzulhijjah sangat dianjurkan. Kemudian Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah memiliki keutamaan besar, termasuk menghapus dosa satu hingga dua tahun,” jelasnya.
Menurutnya, amalan di bulan Dzulhijjah tidak hanya mendatangkan pahala berlipat ganda, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ketakwaan, membersihkan diri dari dosa, serta meningkatkan solidaritas spiritual umat Islam di seluruh dunia.
Acara ditutup dengan doa bersama dan suasana penuh haru dari para santri serta wali murid yang hadir dalam kegiatan tersebut.(Husni Thamrin).






