• Jelajahi

    Copyright © CII News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Kepala SDN 01 Pekanbaru Bantah Tuduhan Penjualan Buku LKS dan Pungutan Pendaftaran Siswa Baru

    Selasa, 16 Juni 2026, 08.34 WIB Last Updated 2026-06-16T01:34:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     



    Pekanbaru, (ciinews)- Kepala SD Negeri 01 Pekanbaru, Salmah, membantah keras tuduhan yang menyebut dirinya melakukan penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada peserta didik serta melakukan pungutan dalam proses penerimaan siswa baru.


    Kepada tim liputan Ciinews.net, Salmah menegaskan bahwa seluruh tuduhan tersebut tidak benar dan tidak pernah dilakukan pihak sekolah di bawah kepemimpinannya.


    Menurut penjelasan Salmah, permasalahan bermula ketika seorang tenaga honorer yang bertugas sebagai guru olahraga bernama Eka diduga menerima calon siswa baru tanpa sepengetahuan kepala sekolah. Mengetahui hal tersebut, Salmah kemudian menegur yang bersangkutan dan mempertanyakan alasan penerimaan siswa dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak pimpinan sekolah.


    "SPMB secara resmi baru dibuka pada tanggal 29 Juni 2026. Jadi, segala proses penerimaan siswa harus mengikuti ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan," jelas Salmah.


    Berdasarkan informasi yang beredar, Eka disebut-sebut merupakan tenaga honorer yang diduga merupakan titipan dari oknum di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Setelah mendapat teguran dari kepala sekolah, yang bersangkutan diduga tidak menerima tindakan tersebut.


    Tidak lama kemudian, muncul pemberitaan dan tuduhan terhadap Kepala SDN 01 Pekanbaru. Bahkan, beredar informasi bahwa seorang oknum wartawan yang mengangkat persoalan tersebut merupakan kakak dari guru olahraga berinisial Eka.


    Fakta tersebut terungkap pada hari Senin (15/06/2026) saat tim liputan Ciinews.net melakukan konfirmasi langsung dengan Kepala SDN 01 Pekanbaru, Salmah.


    Meski demikian, pihak sekolah tetap membuka ruang klarifikasi bagi semua pihak terkait demi menjaga objektivitas informasi serta menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.


    Hingga berita ini diterbitkan, pihak guru olahraga berinisial Eka maupun pihak lain yang disebut dalam persoalan tersebut belum memberikan keterangan resmi.(Mesri).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini