• Jelajahi

    Copyright © CII News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    IPJI Kepri : Meminta Menteri keuangan Evaluasi KPU Bea dan Cukai Batam, Penyelundupan Makin Masif

    Kamis, 16 Juli 2026, 20.46 WIB Last Updated 2026-07-16T13:46:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Batam - Batas waktu yang di tentukan oleh Menteri keuangan agar Instansi Bea dan Cukai dapat membenahi kinerja jika tidak akan dibubarkan oleh Pemerintah, ternyata warning tersebut tidak berlaku di KPU Bea dan Cukai Batam, penyelundupan semakin Masif ujar Ismail Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia ( IPJI ) Kepri kepada media.


    Hal tersebut disampaikan pada saat konpres di kantor IPJI Kepri di Nagoya lubuk baja kota Batam. 


    Dalam pemaparannya dan hasil penelaah di lapangan masih terjadi penyelundupan seperti Rokok Merk Manchester dan PSG secara masif melalui beberapa pelabuhan dengan motif pengiriman sembako ke pulau - palau dan ternyata didapat banyak jenis barang yang di selundupan.


    Hampir disetiap pelabuhan rakyat dan pelabuhan tikus penyelundupan tersebut lancar tanpa hambatan,tanpa tindakan  dari pihak KPU Bea dan Cukai Batam yang memiliki kewenangan keluar dan masuknya barang dari Batam. 


    Seperti Rokok Merk Manchester dan PSG, awalnya sempat berhenti, tetapi saat ini semakin Masif tanpa adanya tindakan yang tegas dari Bea dan Cukai. 


    *Tegas Ismail, instansi Sebesar Bea dan Cukai tidak mungkin Tidak mampu untuk melakukan upaya maksimal jika serius, namun sepertinya ada unsur Pembiaran*


    Dengan luas Batam lebih dan Kurang 715  KM, jika Bea dan Cukai Batam serius penyelundupan seharusnya dapat diatasi,bukan sekedar penindakan saat ini sebagian kecil, seharusnya akar masalah di tuntaskan.


    Lanjut Ismail, Lokasi Penyelundupan dari Pelabuhan rakyat dan pelabuhan tikus, sebetulnya hal yang tidak mungkin  Bea dan Cukai Batam tidak mengetahui para pemainnya dan tidak akan berani tanpa koordinasi, kalau orang lain atau masyarakat mungkin  tidak tahu, tetapi kita tahu siapa pemainnya, apalagi Bea dan Cukai 


     saya tidak yakin dan percaya jajaran Bea dan Cukai Batam tidak tahu para pelaku / pemain  penyelundupan dari pelabuhan rakyat dan pelabuhan tikus. Apabila serius dan benar - benar ingin menyelamatkan uang rakyat, tidak lah susah instansi Sebesar Bea dan Cukai untuk  melakukannya serta saya yakin instansi pemerintah yang akan mendukung karena Program ini adalah program ASTA CITA Presiden Prabowo Sebagai Organisasi yang menaungi Jurnalis, IPJI Kepulauan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan persoalan ini kepada kementerian keuangan agar dapat mengevaluasi kinerja KPU Bea dan Cukai Batam. 

    Adapun Pelabuhan Tikus dan pelabuhan rakyat yang terdapat di Batam diantara kecamatan, Batu ampar ada 2 lokasi, kecamatan Nongsa ada 3 titik , kecamatan Sekupang ada 2 lokasi, pelabuhan rakyat dan tikus yang ada di kecamatan tersebut rutin tempat berkirim barang, belum lagi pelabuhan yang ada di barelang. 


    Jika Bea dan Cukai memang benar untuk berkoordinasi dengan instansi lain, koordinasi apa ? Tanya nya,?. Jika memang berkoordinasi libatkan seluruh unsur Forkompinda Batam, tempatkan seluruh aparatnya di pintu masuk jembatan 1  Barelang, tangkap semua barang yang lewat tanpa dokumen, itu namanya koordinasi, ini koordinasi ketika media konfirmasi Kepada Bea dan Cukai ada penyelundupan barang, yang ada media di telpon pihak lain, apa koordinasi semacam ini yang dimaksud oleh Bea dan Cukai dan ingat sudah lama kita menjadi orang Batam tegas Ismail

    (DD).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini