• Jelajahi

    Copyright © CII News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

     


    Hj. Kadarwati Tegaskan Pentingnya Melestarikan Kesenian Jawa: Harga Mati bagi Bangsa

    Sabtu, 20 Desember 2025, 07.31 WIB Last Updated 2025-12-20T00:33:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Klaten (F86) - Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Kadarwati, menegaskan bahwa pelestarian budaya dan kesenian Jawa merupakan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan reses yang digelar di Gedung Gedang Rejo, Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Jumat (19/12/2025).


    Dalam sambutannya, Kadarwati menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran besar sebagai penyangga negara. Dengan demikian, perempuan juga harus terlibat aktif dalam menjaga budaya bangsa, khususnya kesenian tradisional Jawa.


    “Perempuan adalah tiang negara. Negara akan kuat apabila kita bersama-sama mampu melestarikan kesenian tradisional. Budaya harus menyatu dalam hati setiap anak bangsa, karena kebudayaan Jawa adalah warisan yang wajib kita jaga,” tegasnya.


    Kadarwati menambahkan, semangat menjaga budaya harus terus digelorakan sejak dini. Ia menekankan, ketika menyanyikan Indonesia Raya, makna ‘Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya’ harus benar-benar dihayati sebagai ajakan membangun karakter bangsa terlebih dahulu.


    Politisi PDI Perjuangan itu juga menyampaikan kebanggaannya terhadap kesenian wayang kulit, khususnya karakter Semar, yang dikenal sebagai sosok panutan penuh keteladanan.


    “Saya bangga dengan kesenian wayang kulit, terutama sosok Semar yang merupakan simbol kebijaksanaan. Semar adalah panutan yang harus kita contoh karena melambangkan peran pamomong atau pengayom,” ujarnya.


    Di akhir acara, Kadarwati mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan menghidupkan kesenian Jawa sebagai identitas bangsa.


    “Mari kita bersama-sama melestarikan kesenian Jawa. Ini adalah harga mati dan jangan sampai warisan budaya kita diakui negara lain,” tegasnya.


    Acara reses ini dihadiri tokoh masyarakat, pelaku seni, perempuan pegiat budaya, serta warga setempat yang antusias mengikuti kegiatan hingga selesai.(Siswanto/Editor Aji).

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini