PURWOREJO (Ciinews) – Pantai Jetis di Desa Puturejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menjadi salah satu destinasi wisata alternatif yang menawarkan keindahan panorama Pantai Selatan Pulau Jawa. Selain menyuguhkan hamparan pasir dan deburan ombak Samudra Hindia, kawasan ini juga memiliki daya tarik unik berupa wisata terapi garam yang dikelola masyarakat setempat.
Berlokasi sekitar 26 kilometer dari pusat Kota Purworejo atau sekitar 45 menit perjalanan, Pantai Jetis menawarkan suasana yang asri. Deretan pohon cemara udang yang ditanam di sepanjang pantai serta payung-payung warna-warni menciptakan suasana teduh dan nyaman bagi wisatawan yang datang bersama keluarga.
Menjelang senja, Pantai Jetis menjadi lokasi favorit untuk menikmati matahari terbenam. Cahaya jingga yang memantul di permukaan laut menghadirkan panorama eksotis yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta fotografi maupun wisata alam.
Meski demikian, pengunjung tetap diimbau berhati-hati saat berada di bibir pantai. Ombak Samudra Hindia dikenal cukup besar dan berbahaya meskipun sebagian kawasan pantai terlihat landai.
Selain wisata pantai, Desa Puturejo kini dikenal dengan wisata terapi garam yang dikelola Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGER) Paguyuban Pendowo Limo. Inovasi ini berkembang dari usaha produksi garam konsumsi yang telah dirintis masyarakat sejak akhir 2019.
Garam produksi Desa Puturejo memiliki kandungan Natrium Klorida (NaCl) mencapai sekitar 97,49 persen, sehingga dinilai memiliki kualitas tinggi. Berangkat dari potensi tersebut, masyarakat kemudian mengembangkan terowongan (tunnel) garam sebagai sarana terapi alami.
Di kawasan tersebut terdapat sekitar 38–39 tunnel dengan ukuran lebar sekitar 3,5 meter dan panjang 15 meter. Setiap tunnel hanya dapat menampung maksimal 20 orang dalam satu sesi terapi.
Pengunjung diwajibkan melepas alas kaki sebelum memasuki tunnel. Durasi terapi juga dibatasi maksimal 15 menit untuk menghindari risiko dehidrasi akibat suhu di dalam tunnel yang dapat mencapai 40–47 derajat Celsius, terutama pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, yang dianggap sebagai waktu terbaik untuk terapi.
Tim yang melakukan kunjungan pada Rabu (5/8/2026) turut merasakan langsung sensasi terapi garam yang menjadi salah satu inovasi wisata kesehatan berbasis potensi lokal tersebut.
Usai mengunjungi Pantai Jetis, tim melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Adikarto di kawasan Pantai Glagah Indah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pelabuhan yang mulai dibangun sejak 2013 itu hingga kini belum dapat beroperasi secara optimal. Sejumlah bangunan tampak belum dimanfaatkan dan sebagian proyek masih terbengkalai.
Pembangunan pelabuhan disebut menghadapi berbagai kendala karena melibatkan banyak instansi, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO), Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, hingga pemerintah daerah.
Sejumlah pihak menilai pengerukan kolam pelabuhan tidak akan efektif apabila pembangunan pemecah gelombang di sisi timur dan barat belum disempurnakan. Karakter ombak besar Pantai Selatan yang membawa sedimentasi pasir menjadi tantangan utama agar pelabuhan dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Meski belum beroperasi sebagai pelabuhan perikanan secara optimal, kawasan Tanjung Adikarto kini lebih banyak dimanfaatkan wisatawan sebagai lokasi menikmati panorama pantai dan berburu foto dengan latar dermaga yang menghadap langsung ke Samudra.(Awiek R).




